Where Pada MySQL

Pada postingan sebelumnya, kita sudah mempelajari cara menampilkan data (select) pada MySQL (baca di sini). Pada postingan tersebut, data yang ditampilkan merupakan data keseluruhan pada table. Terkadang kita hanya ingin menampilkan atau mencari beberapa data yang mempunyai syarat atau kriteria khusus saja. Untuk melakukan hal tersebut kita memerlukan query “where”. Query tersebut digunakan untuk memfilter data. Where dapat digunakan pada query select, update, dan delete. Berikut ini operator yang sering digunakan pada query tersebut:

OperatorDeskripsi
=Sama dengan
>Lebih besar
<Kurang
>=Lebih besar atau sama dengan
<=Kurang atau sama dengan
<>Tidak sama dengan
BETWEENDiantara
LIKESeperti
INMenentukan beberapa nilai

Berikut ini bentuk umum dari query tersebut:

WHERE kondisi;

Keterangan:

  • Kondisi : merupakan syarat atau kriteria khusus dari data yang ingin ditampilkan, diubah, atau dihapus.

Contoh:

SELECT * FROM karyawan WHERE jenkel = “L”;

Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat video berikut ini:

Semoga bermanfaat 🙂

Update Pada MySQL

Pada postingan sebelumnya kita sudah mempelajari cara memasukan data (insert) pada MySQL (baca disini). Namun terkadang data yang sudah kita masukan tersebut terjadi kesalahan input, kesalahan data, atau terjadi perubahan data sehingga kita ingin mengubah data tersebut. Kita dapat melakukannya dengan menggunakan query update. Terdapat beberapa varian dari query tersebut. Berikut ini varian query update yang sering digunakan:

UPDATE namaTable SET namaKolom = nilaiBaru WHERE kondisi;

Varian dari query update tersebut digunakan untuk melakukan pengubahan pada satu kolom. Berikut keterangan dari varian tersebut:

  • namaTable : merupakan table dimana data tersebut berada
  • namaKolom: merupakan kolom yang ingin diubah
  • nilaiBaru: merupakan nilai baru dari kolom yang ingin diubah
  • kondisi: merupakan filter atau syarat dari baris (row) yang akan diubah

Contoh:

UPDATE karyawan SET alamat = “Jl. Jambu No. 12” WHERE id = “1111111111111”;

Lanjutkan membaca Update Pada MySQL

Select pada MySQL

Select merupakan query yang digunakan untuk menampilkan data pada MySQL. Banyak varian dari query select. Berikut varian query select yang sering digunakan:

SELECT * FROM namaTable;

Varian tersebut digunakan untuk menampilkan seluruh(*) data pada table namaTable.

SELECT column1, column2,… FROM namaTable;

Varian tersebut digunakan untuk menampilkan beberapa kolom dari suatu table. Jadi jika menggunkan varian tersebut, column yang tidak dideklarasikan tidak akan ditampilkan.

Contoh:

SELECT id, nama, jenkel, alamat FROM karyawan;

Dari contoh diatas maka hanya column id, nama, jenkel, alamat yang akan ditampilkan.

SELECT namaTable.namaColumn1, namaTable.namaColumn2,….FROM namaTable;

Pada varian tersebut menggunakan prefix namaTable. Jadi sebelum namaColumn terlebih dahulu didekalarasikan namaTable dari Column tersebut. Varian tersebut sering digunakan saat menggabungkan beberapa table.

Contoh:

SELECT karyawan.id, karyawan.nama, karyawan.jenkel, alamat FROM karyawan;

Lanjutkan membaca Select pada MySQL

Insert Pada MySQL

Insert merupakan query yang digunakan untuk memasukan data ke dalam suatu table. Terdapat banyak varian dari query insert. Berikut ini beberapa varian dari query insert yang sering digunakan:

INSERT INTO namaTable VALUES (value1, value2,……..);

Query tersebut merupakan salah satu varian dari query insert. Jika menggunakan varian tersebut kita harus mengetahui struktur dari suatu table (urutan column pada table), sehingga value yang dimasukan tidak salah.

INSERT INTO namaTable (Column1, Column2, ….) VALUES (value1, value2,….);

Varian tersebut merupakan varian yang sering digunakan pada query insert. Pada varian tersebut terlebih dahulu diberitahukan list urutan dari column pada table (Column1, Column2,). Sehingga memudahkan kita untuk memasukan value dari column tersebut (value1, value2,…..).

Keterangan:

value1 ==> merupakan nilai dari column1

Value2 ==> merupakan nilai dari column2

INSERT INTO namaTable (Column1, Column2, ..) VALUES

(value1, value2, …),

(value1, value2,….));

Varian tersebut digunakan untuk memasukan lebih dari satu data (rows). Setiap rows dipisah dengan tanda koma (,). Jika terjadi error karena kesalahan nilai dari salah satu value, maka seluruh data tidak tersimpan ke dalam table.

INSERT IGNORE INTO namaTable (Column1, Column2, ..) VALUES

(value1, value2, …),

(value1, value2,….));

Varian tersebut digunakan untuk memasukan lebih dari satu data (rows). Namun pada varian tersebut jika ada error karena kesalahan input value, maka hanya data yang salah tersebut yang tidak tersimpan pada table.

Semoga bermanfaat 🙂

Table Pada MySQL

Table pada MySQL merupakan tempat untuk menyusun data. Table terdiri dari kolom dan baris. Kolom (column) pada basisdata disebut dengan field. Sedangkan baris (rows) disebut dengan record. Berikut ini query table yang sering digunakan pada MySQL.

SHOW TABLES;

Query tersebut digunakan untuk menampilkan seluruh table yang berada pada suatu database.

SHOW TABLES LIKE “namaTable%“;

Query tersebut digunakan untuk menampilkan seluruh table yang berawalan “namaTable” pada suatu database.

DESCRIBE namaTable;

Query tersebut digunakan untuk menampilkan struktur dari suatu table.

DESC namaTable;

Query tersebut digunakan untuk menampilkan struktur dari suatu table.

CREATE TABLE IF NOT EXISTS namaTable ( column_definition1, column_definition2,……, table_constrait);

Query tersebut digunakan untuk membuat table baru. Table tersebut terdiri dari beberapa kolom (column_definition1,column_definition2).

Contoh:

CREATE TABLE IF NOT EXISTS karyawan ( id varchar(13) not null, nama varchar(50) not null, jenkel varchar(1), primary key (id));

Lanjutkan membaca Table Pada MySQL

Eksport dan Import Database Pada MySQL

Eksport merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengamankan data (backup/eksport) pada suatu database. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kita bisa mengembalikan data tersebut (import) dengan menggunakan file hasil eksport.

Bentuk Umum Eksport:

mysqldump -u [username] -p [namadatabase] > [Lokasi eksport]

Contoh eksport:

mysqldump -u root -p pegawai > D:\BackupDatabase.backupKaryawan.sql

Bentuk Umum Import:

mysql -u [username] -p [namadatabase] < [Lokasi file backup]

Contoh import:

mysql -u root -p backup < D:\BackupDatabase.backupKaryawan.sql

Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat video berikut ini:

Semoga bermanfaat 🙂

Database pada MySQL [MySQL Command Line Client]

Database merupakan sekumpulan data yang terorganisir secara baik sehingga mudah untuk dimanipulasi, diambil, dan dicari. Database biasanya terdiri dari beberapa kumpulan table. Table tersebut biasanya berisi informasi atau data. Untuk mengakses data tersebut kita harus mengetahui lokasi dimana data tersebut berada (nama database dan nama table). Untuk itu pada postingan saya kali ini akan membahas mengenai query database yang sering digunakan pada MySQL.

CREATE DATABASE IF NOT EXISTS dataSiswa;

Query tersebut digunakan untuk membuat database dengan nama dataSiswa.

SHOW DATABASES;

Query tersebut digunakan untuk menampilkan seluruh database yang ada.

USE dataSiswa;

Query tersebut digunakan untuk memilih database yang ingin diaktifkan (dataSiswa).

DROP DATABASE dataSiswa;

Query tersebut digunakan untuk menghapus database dataSiswa.

Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat video dibawah ini:

Semoga bermanfaat 🙂

Menjalankan MySQL Client Melalui CMD Windows

Pada postingan saya kali ini akan membahas cara menjalankan MySQL Client dengan CMD Windows. Berikut cara menjalankan MySQL Client melalui CMD:

  1. Copy lokasi dimana anda menginstall MySQL. Untuk Windows 64 bit biasanya berada di “C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 8.0\bin”, untuk WIndows 32 bit biasanya di “C:\Program Files (x86)\MySQL\MySQL Server 8.0\bin”, dan jika anda menggunakan XAMPP biasanya ada di “C:\Xampp\MySQL\MySQL Server 8.0\bin”.
  2. Jalankan CMD
  3. Ketikan “CD ” dan paste lokasi instalasi MySQL (“C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 8.0\bin” ) lalu tekan “Enter”
  4. Ketikan “mysql -u username -p “. username tinggal kalian sesuaikan dengan username yang telah dibuat, lalu tekan “Enter”.
  5. Maka kalian akan diminta untuk memasukan password. Silakan masukan password yang telah kalian buat, lalu tekan “Enter”.
  6. Jika muncul notifikasi “Welcome to the MySQL monitor.” maka kalian berhasil menjalankan MySQL Client.
  7. Untuk keluar dari MySQL Client kalian dapat mengetikan “exit” lalu tekan “Enter”.

Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat video berikut ini:

Semoga bermanfaat 🙂

Manajemen User Pada MySQL

Manajemen user merupakan pengaturan user dalam mengakses dan mengolah database. Pengaturan tersebut bertujuan untuk membatasi user dalam mengakses dan mengolah database. Berikut ini beberapa manajemen user yang sering digunakan pada MySQL.

SELECT USER();

Query diatas digunakan untuk menampilkan user yang sedang digunakan.

SELECT user FROM mysql.user;

Query diatas digunakan untuk menampilkan seluruh user. user merupakan nama table yang ada pada database mysql. Sedangkan user merupakan nama kolom yang ada pada table user.

CREATE USER IF NOT EXISTS itcatatan IDENTIFIED BY “it123“;

Query diatas digunakan untuk membuat user baru. “itcatatan” merupakan user yang akan dibuat. “it123” merupakan password dari user tersebut. “IF NOT EXISTS” digunakan untuk mencegah error yang terjadi karena user tersebut sudah ada.

GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO itcatatan;

Query diatas digunakan untuk memberikan hak full akses ke semua database (*) pada user itcatatan.

GRANT ALL PRIVILEGES ON namaDatabase.* TO itcatatan;

Query diatas digunakan untuk memberikan hak full akses pada database namaDatabase untuk user itcatatan.

Lanjutkan membaca Manajemen User Pada MySQL

Menjalankan Atau Mematikan Services MySQL

Sebelum menggunakan MySQL, kita harus memastikan apakah services MySQL tersebut sudah jalan atau belum. Untuk menjalankan atau mematikan services MySQL tersebut tidaklah sulit. Berikut langkah-langkah menjalankan services MySQL pada Windows:

  1. Tekan “Logo WIndows” dan “R” secara bersamaan
  2. Ketikan “Services.msc” lalu tekan “Enter”
  3. Cari “MySQL80”
  4. Klik kanan pada “MySQL80” untuk mematikan atau menjalankan services MySQL.

Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat video berikut ini:

Semoga bermanfaat 🙂