Defenisi Class dan Object Pada Java II

Pada postingan saya kali ini akan mencoba melanjutkan pembahasan mengenai class dan object pada postingan terdahulu (baca disini). Saya akan membuat sebuah class persegi panjang.

Class persegiPanjang:

sifat class persegiPanjang:
int panjang, lebar;

Contoh program:

public class persegiPanjang
{
    int panjang, lebar;
}

Setelah membuat class tersebut. Saya akan membuat sebuah Object dengan nama objectA. Object tersebut mewarisi sifat dari class persegiPanjang.

Object objectA:

sifat Object objectA:
panjang = 5
lebar = 4

Contoh program:

public class objectA{
    public static void main (String [] args){
        //mendeklarasikan objeck dari class persegi panjang
        persegiPanjang p = new persegiPanjang();
        persegiPanjang l = new persegiPanjang();
        
        //mendefenisikan sifat (variabel)
        p.panjang = 5;
        l.lebar =4;
        
        System.out.print("Object A");
        System.out.print("\nMempunyai sifat:");
        System.out.print("\nPanjang = " + p.panjang);
        System.out.print("\nLebar = " + l.lebar);
    }
}

Gambar hubungan Class persegiPanjang dengan Object objectA:

Output Object objectA:

Object A
Mempunyai sifat:
Panjang = 5
Lebar = 4

Gambar Output objectA:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Defenisi Class dan Object Pada Java I

Class merupakan template atau blueprint yang berisi variabel, menthod umum dari suatu object. Untuk lebih memahami definisi tersebut perhatikan gambar berikut:

Dari gambar tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa Persegi Panjang tersebut sebagai Class. Persegi Panjang tersebut memiliki sifat (variabel) berupa panjang dan lebar. Sifat tersebut nantinya akan diturunkan atau diwariskan ke Object. Jadi bisa dikatakan Object merupakan wujud nyata dari class yang mewariskan sifat yang ada pada class.

 

Dari gambar diatas kita bisa menyimpulkan bahwa object A memiliki sifat yang diwariskan dari class Persegi Panjang berupa Panjang (bernilai lima) dan lebar (bernilai tiga). Object B juga memiliki sifat yang diwariskan dari class Persegi Panjang berupa Panjang (bernilai tiga) dan lebar (bernilai dua).

Perulangan do-while Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas mengenai perulangan do-while pada java. Perulangan do-while sebenarnya mirip dengan perulangan while (baca disini). Perbedaannya hanya pada letak kondisi. Pada perulangan while kondisi diletakan di awal sedangakan pada do-while kondisi diletakan di akhir.

Bentuk umum:

do{
     //statemen yang akan dijalankan
     statemen;
}while(kondisi);

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class doWhile{
    public static void main(String[] args){
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        
        System.out.print("Kata yang akan di cetak: ");
        String kata = masukan.nextLine();
        System.out.print("\nJumlah pengulangan: ");
        int jum = masukan.nextInt();
        
        do{
            System.out.print("\n" + kata);
            jum--;
        }while(jum >0);
    }
}

Output program:

Kata yang akan di cetak: Hello World !!!

Jumlah pengulangan: 6

Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Perulangan While Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas mengenai perulangan while pada java.

Bentuk umum:

while(kondisi){
     //statemen yang akan dijalankan
     statemen;
}

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class whileJava{
    public static void main(String [] args){
        //mendekarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Kata yang ingin di cetak: ");
        String kata = masukan.nextLine();
        System.out.print("Jumlah pengulangan: ");
        int jum = masukan.nextInt();
        
        while(jum > 0){
            System.out.print("\n" + kata);
            jum--;
        }
    }
}

Output program:

Kata yang ingin di cetak: Hello World !!!
Jumlah pengulangan: 6

Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Switch Pada Java

Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai switch pada java. Switch biasanya digunakan untuk menggantikan percabangan if dengan banyak kondisi (baca disini).

Bentuk umum:

switch(ekspresi){
     case  nila1:
         statement1;
         break;
     case nilai2:
         statement2;
         break;
     case nilai3:
         statement3;
         break;
     case nilai4:
         statement4;
         break;
     default:
         //statement dijalankan jika semua nilai diatas tidak terpenuhi
         statementDefault;
}

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class swtichJava{
    public static void main(String[]args){
        
        //mendeklarasikan Scanner
        Scanner masukan = new Scanner (System.in);
        System.out.print("Masukan no hari: ");
        int noHari = masukan.nextInt();
        
        switch(noHari){
            case 1:
                System.out.print("Hari Minggu");
                break;
            case 2:
                System.out.print("Hari Senin");
                break;
            case 3:
                System.out.print("Hari Selasa");
                break;
            case 4:
                System.out.print("Hari Rabu");
                break;
            case 5:
                System.out.print("Hari Kamis");
                break;
            case 6:
                System.out.print("Hari Ju'mat");
                break;
            case 7:
                System.out.print("Hari Sabtu");
            break;
            default:
                System.out.print("No hari yang anda masukan salah. \nSilakan coba kembali.");
        }
    }
}

Output program:

Masukan no hari: 1
Hari Minggu

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Percabangan IF Tiga Kondisi atau Lebih Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas mengenai percabangan if tiga kondisi atau lebih pada java. Untuk memahami materi ini, sebaiknya kalian mempelajari if satu kondisi (baca disini) dan if dua kondisi (baca disini) terlebih dahulu.

Bentuk umum:

if(kondisi1){
    //dijalankan saat kondisi1 bernilai true
    Statement;
}else if(kondisi2){
    //dijalankan saat kondisi2 bernilai true
    Statement2;
}else{
    //dijalankan saat kondisi1 dan kondisi2 bernilai false
    Statement3;
}

Contoh program:

Kita akan membuat program yang akan mengelompokan bilangan. Bilangan Negatif jika bilangan tersebut kurang dari nol. Bilangan Nol jika bilangan tersebut sama dengan nol. Bilangan Positif jika bilangan tersebut lebih dari nol.

import java.util.Scanner;
public class ifTigaKondisi{
    public static void main(String [] args){
        
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukan Bilangan: ");
        int bilangan = masukan.nextInt();
        
        if(bilangan == 0){
            //jika kondisi pertama benar
            System.out.print("\nBilangan Nol");
        }else if(bilangan > 0){
             //jika kondisi kedua benar
             System.out.print("\nBilangan Positif");
        }else{
            //jika kondisi ketiga (bilangan < 0) benar
             System.out.print("\nBilangan Negatif");
        }
    }
}

Output program:

Masukan Bilangan: -4

Bilangan Negatif

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Percabangan If Dua Kondisi Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan menjelaskan percabangan if dua kondisi pada java. Sebelum mempelajari percabangan if dua kondisi, sebaiknya kalian mempelajari percabangan if satu kondisi terlebih dahulu (baca disini).

Bentuk umum:

if(kondisi){
      //dijalankan saat kondisi bernilai true
      statment1;
}else{
     //dijalankan saat kondisi bernilai false
     statement2;
}

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class ifDuaKondisi{
    public static void main(String[] args){
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukan sebuah bilangan: ");
        int bilangan = masukan.nextInt();
        
        //if dua kondisi
        if(bilangan % 2 == 0){
            //dijalankan saat kondisi bernilai true
            System.out.print("\nBilangan Genap");
        }else{
            //dijalankan saat kondisi bernilai false
             System.out.print("\nBilangan Ganjil");
        }
        
    }
}

Output program:

Masukan sebuah bilangan: 9

Bilangan Ganjil

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Operator Ternary Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas cara menggunakan operator ternary pada java. Operator ternary digunakan untuk menggantikan percabangan if satu kondisi (baca disini).

Bentuk umum:

ekspresi1 ? ekspresi2 : ekspresi3;

Ekspresi1 merupakan ekspresi yang akan diperiksa, jika bernilai true maka ekspresi2 yang akan diambil nilainya. Jika Ekspresi1 bernilai false maka ekspresi3 yang akan diambil nilainya.

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class ternary{
    public static void main(String[]args){
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukan sebuah bilangan: ");
        int bilangan = masukan.nextInt();
        
        //var cetak untuk menampung hasil
        String cetak = new String();
        
        //operator ternary
        cetak = (bilangan % 2) == 0 ? "Genap" : "Ganjil";
        
        System.out.print("\n" + cetak); 
           
    }
}

Output program:

Masukan sebuah bilangan: 9

Ganjil

Gambar program:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Percabangan IF Satu Kondisi Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan menjelaskan percabangan if dengan satu kondisi.

Bentuk umum:

if (kondisi){
     statement;
}

Pada percabangan if satu kondisi, statement yang didalam percabangan if akan dijalankan jika kondisi if tersebut terpenuhi.

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class ifSatuKondisi{
    public static void main(String[]args){
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukan sebuah bilangan: ");
        int bilangan = masukan.nextInt();
        
        //if satu kondisi
        if(bilangan % 2 == 0){
            //statement akan dijalankan jika sesuai kondisi
            System.out.print("\nBilangan Genap");
        }
        
        //if satu kondisi
        if(bilangan % 2 != 0){
            //statement akan dijalankan jika sesuai kondisi
            System.out.print("\nBilangan Ganjil");
        }
       
    }
}

Output program:

Masukan sebuah bilangan: 9

Bilangan Ganjil

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚

Operator Decrement Pada Java

Operator decrement merupakan kebalikan dari operator increment. Jika kalian belum mengetahui operator increment silakan baca disini. Opertor decrement digunakan untuk mengurangkan nilai operand dengan nilai satu.

Bentuk umum:

int a = 8;

a = a - 1;

a--; //menggunakan operator decrement

Operator decrementย dapat dibedakan menjadi dua yaitu:ย pre-decrementย danย post-decrement.

Pre-decrement:

--a; //bentuk umum pre-decrement

Post-decrement:

a--; //bentuk umum post-decrement

Contoh program:

public class programDecrement{
    public static void main (String [] args){
        int a = 8;
        System.out.print("Nilai a =" + (a));
        System.out.print("\nNilai --a = " + (--a));
        System.out.print("\nNilai a-- =" + (a--));
        System.out.print("\nNilai a =" + (a));
    }
}

Output program:

Nilai a =8
Nilai --a = 7
Nilai a-- =7
Nilai a =6

Gambar output:

Selamat mencoba ๐Ÿ™‚