Mengubah Bilangan Biner Menjadi Desimal

Pada postingan saya kali ini akan membahas cara mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal.

Contoh soal

Ubahlah bilangan biner 00110010 menjadi bilangan desimal?

Pembahasan soal

001100102 = ((0) * 27) + ((0) * 26) + ((1) * 25) + ((1) * 24) + ((0) * 23) + ((0) * 22) + ((1) * 21) + ((0) * 20)

ket:

∗ = kali

001100102 = 0 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 +2 + 0

001100102 = 5010  

Kesimpulan 001100102 = 5010

Artikel terkait

1. Mengubah Bilangan Desimal ke Bilangan Biner (di sini)
2. Membuat Program Desimal ke Biner Pada Java (di sini)

Selamat mencoba 🙂

Membuat Program Desimal ke Biner Pada Java

Pada postingan kali ini akan membuat program yang dapat mengkonversi bilangan desimal menjadi bilangan biner. Untuk Teorinya kalian dapat membacanya di sini.

Flowchart program

Contoh program

import java.util.Scanner;
public class desimalBiner{
    public static void main (String [] args){
        
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        System.out.print("Masukan bilangan: ");
        int desimal = masukan.nextInt();
        
        //variabel menampung hasil bagi:
        int sisaBagi[] = new int[8];
        
        //looping u mencari sisaBagi dan membagi desimal dgn 2
        for(int i = 0; i < 8; i++){
            sisaBagi[i] = desimal % 2;
            desimal = desimal / 2;
        }
        
        //looping u mencetak hasil
        for(int j = 7; j >= 0; j--){
            System.out.print(sisaBagi[j]);
        }
        
    }
}

Output program

Masukan bilangan: 50
00110010

Gambar output

Selamat mencoba 🙂

Mengubah Bilangan Desimal ke Bilangan Biner

Pada postingan saya kali ini akan membahas cara megubah bilangan desimal ke bilangan biner.

Contoh soal

Ubahlah bilangan desimal 50 ke dalam bilangan biner?

Pembahasan soal

Kita dapat mengubah bilangan desimal menjadi bilangan biner dengan cara membagi bilangan desimal tersebut dengan 2. Hasil bagi tersebut diturunkan ke bawah dan sisa baginya dicatat.Ulangi langkah tersebut sampai hasil bagi mencapai nilai 0. Setelah itu urutkan sisa baginya dari bawah ke atas.

Pemecahan soal

1. 50 / 2 = 25 ---sisa  0
2. 25 / 2 = 12 ---sisa  1
3. 12 / 2 = 6  ---sisa  0
4. 6 / 2 = 3   ---sisa  0
5. 3 / 2 = 1   ---sisa  1
6. 1 / 2 = 0   ---sisa  1

NB: 1 bit sama dengan 8 karakter. Karena hasilnya "110010" hanya terdapat 6 karakter, maka ditambahkan nilai "00" di depan agar menjadi 8 karakter.

Hasil : 00110010

Gambar pemecahan soal

 

Artikel terkait

1. Membuat Program Desimal ke Biner Pada Java (di sini)

Selamat mencoba 🙂

Mengatasi Write Protected Pada Flashdisk

Pada postingan saya kali ini akan membahas cara menangani write protected pada flashdisk.

Ciri-ciri flashdisk mengalami write protected

1. Muncul notif write protected
2. Tidak dapat menambah data ke flashdisk
3. Tidak dapat menghapus data dari flashdisk
4. Tidak dapat memformat flashdisk

Penyebab flashdisk mengalami write protected

1. Mencabut flashdisk tanpa melakukan eject terlebih dahulu
2. flashdisk terkena virus

Cara mengatasi flashdisk write protected dengan cmd

1. Buka cmd
2. Ketik "Diskpart" lalu tekan Enter
3. Ketik "List disk" lalu tekan Enter
4. Perhatikan posisi flashdisk pada List disk
5. Ketik "Select disk 3". 
   Disk 3 merupakan list flashdisk pada list disk
6. Ketik "Clean" lalu tekan Enter
7. Ketik "Creat partition primary" lalu Enter
8. Ketik "Active" lalu tekan Enter
9. Ketik "format fs=fat32" atau "format fs=ntfs" tekan Enter

Selamat mencoba 🙂

 

Membuat Bootable Windows Pada Flashdisk Dengan CMD

Pada postingan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan cara membuat booatable windows dengan software Rufus (baca disini). Selain dengan software tersebut, kita juga dapat membuat bootable windows dengan CMD. Berikut langkah membuat bootable dengan windows:

1. Siapkan file instalasi windows

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
"Perhatikan kapasitas atau size keseluruhan file instalasi windows"

2. Siapkan flashdisk yang akan dijadikan bootable windows

Hal yang perlu diperhatikan:
"Pastikan kapasitas flashdisk dapat menampung seluruh file instalasi windows. Backup terlebih dahulu data yang ada di flashdisk tersebut."

3. Buka CMD

Untuk membuka CMD kalian dapat menekan logo windows dan R secara bersamaan. Lalu ketik "CMD" dan tekan Enter

4. Masuk ke Diskpart

Untuk masuk ke diskpart, kalian tinggal mengetik "Diskpart" lalu tekan Enter.

5. Lihat semua List Disk

Setelah muncul Diskpart, kalian tinggal mengetik "List Disk" lalu tekan Enter untuk melihat semua list media penyimpanan yang terhubung ke komputer.

6. Pilih list disk pada flashdisk yang akan dijadikan bootable

Pada gambar di atas, flashdisk saya terdapat pada list disk 2. Maka untuk memilih list disk tersebut tinggal mengetik "Select Disk 2". Jika berhasil akan muncul pesan: "Disk 2 is now the selected disk."

7. Bersihkan flashdisk tersebut

Untuk membersihkan flashdisk tersebut kalian dapat mengetik "clean" dan tekan Enter. Jika berhasil akan muncul pesan "DiskPart succeeded in cleaning the disk."

8. Buat Partition Primary pada flashdisk tersebut

Untuk membuat partition primary, kalian dapat mengetik "Create partition primary" lalu tekan Enter. Jika berhasil akan muncul pesan : "DiskPart succeeded in creating the specified partition."

9. Aktifkan partition primary yang telah kita buat

Untuk mengaktifkan partition primay tersebut, kalian dapat mengetik "active" lalu tekan Enter. Jika berhasil akan muncul pesan "Dispkart marked current partition as active"

10. Format partisi tersebut

Untuk memformat partisi tersebut, kalian dapat mengetik "format fs=fat32 label=itcatatan quick". Tunggu sampai proses format sampai selesai. Jika sudah selesai muncul pesan: "100 percent completed"

11. Copy file instalasi window ke flashdisk tersebut

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
"Pastikan semua file instalasi sudah ter-copy semua."

Selamat mencoba 🙂

 

Function Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas mengenai function pada java. Function sebenarnya hampir mirip dengan prosedur pada java (baca disini). Perbedaannya function mengembalikan nilai.

Bentuk umum:

tipeData namaFunction(){
   //statemen yang akan dijalankan
   return nilaiReturn;
}

Contoh soal:

Buatlah program menghitung voume balok dengan menerapkan OOP. Gunakan function untuk menghitung volume balok.

Class balok:

public class balok{
    int panjang, lebar, tinggi;
    int cariVolume(){
        return panjang*lebar*tinggi;
    }
}

Class inputNilaiBalok:

import java.util.Scanner;
public class inputNilaiBalok{
    public static void main (String [] args){
        
        //mendeklarasikan Scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
         
        balok b = new balok();
        System.out.print("Masukan panjang: ");
        b.panjang = masukan.nextInt();
        System.out.print("\nMasukan lebar: ");
        b.lebar = masukan.nextInt();
        System.out.print("\nMasukan tinggi: ");
        b.tinggi = masukan.nextInt();

        //memanggil function
        System.out.print("\nVolume = " + b.cariVolume());
    }
}

Output Class inputNilaiBalok:

Masukan panjang: 8

Masukan lebar: 7

Masukan tinggi: 6

Volume = 336

Gambar output:

Selamat mencoba 🙂

Prosedur Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas prosedur pada java. Prosedur merupakan salah satu methode pada java. Prosedur tidak mengembalikan nilai.

Bentuk umum:

void namaProsedur(){
     //statemen yang akan dijalankan
     statemen;
}

Simulasi:

Kita akan membuat sebuah class dengan nama classBalok. Pada classBalok terdapat sifat (variabel) berupa pajang, lebar, dan tinggi yang bertipe integer. Pada classBalok juga terdapat sebuah prosedur dengan nama cariVolume. Prosedur tersebut berfungsi untuk mencetak volume balok. Rumus Volume balok = panjang x lebar x tinggi
Setelah itu kita akan membuat sebuah class yang bernama balokA. Pada balokA tersebut kita akan membuat objeck k1 yang memiliki sifat dari classBalok. Pada memberi nilai pada sifat tersebut. Panjang dengan nilai 6, lebar dengan nilai 5 dan tinggi bernilai 7. Lalu kita akan memanggil prosedur pada classBalok.

Class classBalok:

public class classBalok{
    //mendeklarasikan sifat (variabel)
    int panjang, lebar, tinggi;
    
    //membuat prosedur
    void cariVolume(){
        System.out.print("Volume balok = " + (panjang * lebar * tinggi));
    }
}

Class balokA:

public class balokA{
  public static void main (String [] args){
      //membuat object k1
      classBalok k1 = new classBalok();
      
      //memberikan nilai panjan, lebar, dan tinggi
      k1.panjang = 6;
      k1.lebar = 5;
      k1.tinggi = 7;
      
      //memanggil prosedur cariVolume
      k1.cariVolume();
    }
}

Gambar Relasi classBalok dengan balokA:

Output dari balokA:

Volume balok = 210

Gambar Output dari balokA:

Selamat mencoba 🙂

Defenisi Class dan Object Pada Java II

Pada postingan saya kali ini akan mencoba melanjutkan pembahasan mengenai class dan object pada postingan terdahulu (baca disini). Saya akan membuat sebuah class persegi panjang.

Class persegiPanjang:

sifat class persegiPanjang:
int panjang, lebar;

Contoh program:

public class persegiPanjang
{
    int panjang, lebar;
}

Setelah membuat class tersebut. Saya akan membuat sebuah Object dengan nama objectA. Object tersebut mewarisi sifat dari class persegiPanjang.

Object objectA:

sifat Object objectA:
panjang = 5
lebar = 4

Contoh program:

public class objectA{
    public static void main (String [] args){
        //mendeklarasikan objeck dari class persegi panjang
        persegiPanjang p = new persegiPanjang();
        persegiPanjang l = new persegiPanjang();
        
        //mendefenisikan sifat (variabel)
        p.panjang = 5;
        l.lebar =4;
        
        System.out.print("Object A");
        System.out.print("\nMempunyai sifat:");
        System.out.print("\nPanjang = " + p.panjang);
        System.out.print("\nLebar = " + l.lebar);
    }
}

Gambar hubungan Class persegiPanjang dengan Object objectA:

Output Object objectA:

Object A
Mempunyai sifat:
Panjang = 5
Lebar = 4

Gambar Output objectA:

Selamat mencoba 🙂

Defenisi Class dan Object Pada Java I

Class merupakan template atau blueprint yang berisi variabel, menthod umum dari suatu object. Untuk lebih memahami definisi tersebut perhatikan gambar berikut:

Dari gambar tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa Persegi Panjang tersebut sebagai Class. Persegi Panjang tersebut memiliki sifat (variabel) berupa panjang dan lebar. Sifat tersebut nantinya akan diturunkan atau diwariskan ke Object. Jadi bisa dikatakan Object merupakan wujud nyata dari class yang mewariskan sifat yang ada pada class.

 

Dari gambar diatas kita bisa menyimpulkan bahwa object A memiliki sifat yang diwariskan dari class Persegi Panjang berupa Panjang (bernilai lima) dan lebar (bernilai tiga). Object B juga memiliki sifat yang diwariskan dari class Persegi Panjang berupa Panjang (bernilai tiga) dan lebar (bernilai dua).

Perulangan do-while Pada Java

Pada postingan saya kali ini akan membahas mengenai perulangan do-while pada java. Perulangan do-while sebenarnya mirip dengan perulangan while (baca disini). Perbedaannya hanya pada letak kondisi. Pada perulangan while kondisi diletakan di awal sedangakan pada do-while kondisi diletakan di akhir.

Bentuk umum:

do{
     //statemen yang akan dijalankan
     statemen;
}while(kondisi);

Contoh program:

import java.util.Scanner;
public class doWhile{
    public static void main(String[] args){
        //mendeklarasikan scanner
        Scanner masukan = new Scanner(System.in);
        
        System.out.print("Kata yang akan di cetak: ");
        String kata = masukan.nextLine();
        System.out.print("\nJumlah pengulangan: ");
        int jum = masukan.nextInt();
        
        do{
            System.out.print("\n" + kata);
            jum--;
        }while(jum >0);
    }
}

Output program:

Kata yang akan di cetak: Hello World !!!

Jumlah pengulangan: 6

Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!
Hello World !!!

Gambar output:

Selamat mencoba 🙂